Inisudah sangat malam, tentu sudah waktunya tidur.. Tapi entah mengapa malam menjadi sahabat terbaik bagiku, sehingga bagiku ‘tidurlah hanya jika mengantuk’. o,O
Ini belum ngantuk, tapi seharusnya cukup lelah karena pekerjaan.. Pekerjaan? Ya, aku memang bekerja… Aku bekerja [part time] untuk mengisi liburan semester ini. Jika pada liburan semester2 sebelumnya diisi dengan menjadi wartawan, atau mempersiapakan kegiatan di kampus, atau hanya sekedar perbaikan gizi dan mengikuti episode film Avatar di rumah, maka semester ini aku dapat magang di salah satu Toko Jeans di Serang, atau satu-satunya toko/dealer resmi Levi’s di Banten.. Toko Krakatau!
Ini menjadi pengalaman unik dan menarik untuk dibagikan! Let’s share..
Ini membuatku senang dan bangga bisa menjadi karyawan di Jeans Store.
Sudah dua minggu atau tepatnya 15 hari aku bekerja di toko Jean’s ini.. Pekerjaan disini tidak berat, hanya menjaga toko, ya kira-kira hanya itu.. Mengapa aku bisa magang di sini? Ya itu tidak lain karena pemilik toko masih teman Bapakku dan kebetulan toko ini sedang membutuhkan karyawan.. :D Aku mulai bekerja seminggu sejak libur kuliah. Pada hari di mana aku minta izin untuk bisa dapat pengalaman bekerja [melamar-red], maka pada hari itu juga aku dipersilahkan untuk bekerja oleh pemilik toko.. Di toko ini ada dua macam karyawan, karyawan yang tinggal di dalam dan yang tinggal di luar. Aku termasuk karyawan yang tinggal di luar dan ada 3 orang lainnya yang sama denganku. Karyawan luar menerima gaji tiap hari, dan bekerja 8 jam sehari, bekerja berdasarkan sift yaitu jam 09.00-18.00 dan 13.00-21.30,,
Awal menginjak toko ini aku bingung, benar-benar bingung...!!
Banyak sekali tumpukan celana di rak, etalase, ato yang digantung dengan berbagai macam brand. Dari sekian banyak itu aku hanya mengenal Levi’s dan Lea.. Itu pun hanya kenal merk.. Lainnya ada Wrangler, Lois, Lee Cooper, Jimmy Martin & Cardinal.. Ini menjadi tantangan tersendiri karena aku harus belajar cepat mengenali barang-barang ini.. :O
Oya, Toko Krakatau ini sudah sangat lama berdiri kira-kira sudah 30 tahun.. Sehingga sudah cukup banyak memiliki pelanggan.. Orang-orang (termasuk aku) mengenal toko ini sebagai toko dengan barang-barangnya yang mahal! Ya, wajar saja, setelah aku menjadi karyawan di sini aku baru mengerti mengapa barang2nya didominasi oleh barang2 yang harganya relatif mahal.. Semua barang yang dijual di sini adalah produk ASLI, jadi jangan kaget kalo ada 1 celana yang dibandrol dengan harga Rp. 699.999.- itu Levi’s seri 501.. atau kemeja seharga Rp. 500.000.- itu kemeja L’eone Uomo. Karena harga2nya yang mahal, tentu toko ini diperuntukkan bagi orang-orang dengan budget yang cukup besar.. Tentunya beda kelas dengan toko-toko lain yang harganya bisa dijangkau oleh kelas manapun.. Maka yang menjadi pelanggan toko ini tak lain adalah pejabat, pengusaha, pedagang, hingga bupati.. (Tanpa mengecualikan masyarakat biasa). Dan sekali waktu aku pernah melayani keluarga Bupati Serang berbelanja di sini..
Seperti halnya toko-toko lainnya, toko ini juga mempunyai service tersendiri yang berbeda dan menarik di bangin yang lainnya. Misalnya, setiap pembelian celana gratis potong jika terlalu panjang, lalu setiap uang kembalian dari toko ini akan berupa uang baru, dan lainnya keamanan toko ini terjamin, karena keamanan toko ini dikenal orang selalu dijaga oleh orang2 yang capable dalam hal kemanan, diantaranya: mantan TNI, Polisi atau “Jawara“ [dalam tanda petik].
Toko Karakatau tidak begitu besar, hanya satu lantai, tapi di sebelahnya berdiri toko ‘Anak Krakatau‘, itu toko yang menyedikan pakaian bagi anak-anak dan wanita. Sistem yang diterapkan di toko ini cukup ketat, khususnya bagi karyawan luar.. Ada beberapa peraturan yang tidak boleh dilanggar, seperti tidak boleh makan di dalam toko atau ke luar saat bekerja. Dan yang menarik adalah adanya sistem bonus. Nah, ini dia! Selain gaji aku dan yang lainnya mendapatkan tambahan dari bonus harian, itu adalah bonus dari penjualan.. Misal jika aku menjual jeans seharga 699.999.- maka bonusnya 7.000.- atau jeans seharga 320.000.- bonusnya 4.000.- Semua penjualan perhari diakumulasikan, dan dihitung berapa bonusnya.. Bonus sehari terkecil yang pernah aku dapatkan 2.000.- dan paling besar 50.000.- Jika ditambah dengan gaji harian itu sudah sangat lumayan..!! Baru kali ini aku benar-benar bekerja dengan penghasilan yang cukup, tiap hari aku mendapatkan gaji dan bonus, jika diakumulasikan ya kira-kira untuk 2 bulan aku sudah bisa lebih dari sekedar membayar kuliah.. Alhamdulillah.. :D
Sisi lain pekerjaan..
Karena bekerja ini aku sedikit melupakan kuliah, belajar maksudku.. Belajar tentang materi perkuliahan.. Bekerja 8 jam seharicukup membuatku letih, sisa waktu bekerja hanya sempat untuk tidur, makan, fesbukan, dan menonton TV.. Komunikasi dengan teman2 pun berkurang, fesbuk pun hanya sekedar untuk mengganti status, selebihnya mencari informasi dari kawan2.. Karena bekerja juga sepertinya yang menjadikan porsi makanku jadi berkurang, ini karena selama bekerja hanya boleh makan sekali waktu saja.. Padahal niatnya liburan ini akan ada perbaikan gizi dan otak, tapi ternyata seminggu setelah liburan aku sudah bekerja.. Jadi berubahlah rencananya. Ya.. ada baik dan buruknya memang.
Dari bekerja juga aku jadi mengerti, ini tentang pelajaran moral yang aku dapatkan! Mengapa ada orang yang hobi berbelanja dan mengapa ada yang tidak??? Khususnya wanita mungkin?? Tau mengapa?? Jawabannya mudah sekali, karena orang yang hobi berbelanja mereka punya cukup uang untuk berbelanja,sedangkan orang yang tidak punya hobi belanja mereka tidak punya cukup uang..! Hhahaha.. :D
Aku menjadi mengerti hal ini karena ini sedikit terjadi padaku, belakangan aku jadi hobi berbelanja. Hahaha.. :D Ya atau sekedar betah berlama-lama di mall, toko, atau tempat2 berbelanja semacam alfa midi atau alfamart.. Lainnya mengajak adik2ku bermain ke pameran, membelanjakan sedikit penghasilan dan semacamnya.. >,o “Hati-hati! Jika kamu memiliki banyak uang, jangan sempatkan dirimu untuk berkunjung ke tempat berbelanja jika tidak ada kebutuhan yang sangat mendesak!“ :D
Kesimpulannya, tentu karena bekerja aku jadi lebih mandiri dan bisa lebih berbagi dengan yang lain.
Inilah dunia kerja, dunia yang mengajarkanmu kedewasaan dan kemandirian, dan pada waktu di mana untuk sejenak kamu melupakan sisi lain dari kehidupan... ayoO bekerJa...!! =D
Ini tentang keseharianku, keseharianmu dan keseharian ‘selain aku dan kamu‘. Tentang apa yang seharusnya dan apa yang tidak seharusnya. Tentang rutinitas dan tentang nilai rutinitas.
Lalu tentang apa jika aku, kamu dan selain aku dan kamu berbondong-bondong menuju pernikahan kerabat untuk mendapatkan kipas kecil yang akan kita gunakan karena AC di kampus belum juga terpasang?? Atau berbondong-bondong menuju Pasar Tanah Abang untuk juga mendapatkan kipas kecil karena pernikahan kerabat pada beberapa minggu ini tidak terlaksana. Tentang apakah kampus yang tak ber-AC??
O, ini [mungkin] hanya tentang anggaran, mungkin tentang waktu, tentang kesiapan, dan mungkin hanya tentang mahasiswa yang tak terbiasa dengan ruang yang tak Ber-AC.“Aku ga bisa belajar kalo ga ada AC..“. Tapi tak apalah, toh AC itu akan segera dipasang... Bukankah kau bisa melihat sendiri ada kabel AC [mungkin] yang tergantung5 meter dari lantai tempat aku dan kamu belajar..??
O, itu kabel untuk AC?? Rasanya setahun lalu kita dikabari bahwa kampus kita akan segera dipasang AC, tapi jika aku tak salah menghitung ini sudah setahun... O, mungkin ukuran tahun kita dan tahun ‘selain aku dan kamu‘ itu berbeda.
Biarlah...Rupanya ini hanya tentang ilusi, menggantungkan ‘sesuatu‘ 5 meter dari tempat kamu dan aku belajar agar sama-sama kita persepsikan itu sebagai AC.. Ilusi!
Lalu tentang apakah kampus 4 lantai yang tak memiliki lift??
O, ini [mungkin] hanya tentang syarat, mungkin tentang aggaran, tentang waktu, atau mungkin hanya tentang mahasiswa yang tak terbiasa berolahraga... “Kampus harus 5 lantai kalo mau pasang lift“.
Nah, jadi biarlah... Kampus kita memang hanya 4 lantai tak bisa ditambah.
Toh itu sehat membiasakan aku, kamu dan selain aku dan kamu untuk berolahraga... Rupanya kampus ini selain mengajar kesehatan mental, juga tentang kesehatan fisik. Aku sepakat!
Lalu tentang apakah perpustakaan yang bukunya rusak dan tak terganti, tentang apakah lemari buku perpustakaan yang lengang karena tak ada tambahan buku?
(IMM menyumbangkan 15 buku psikologi untuk perpus tapi tak ada diperpus)
Tentang apakah kampus yang memperbaiki gedung namun tidak memperbaiki budaya mahasiswa...??
Tentang apakah......???
Dan tentang apakah....??
O, aku berlebih. Bukan itu semua inti pembicaraanku. Bukan tentang AC, Lift, atau tentang perpustakaan. Sungguh bukan itu! Karena yang aku tanyakan hanya satu dan hanya satu pertanyaan. Seperti hanya satunya pertanyaan mahasiswa…
Tentang apakah kampus megah namun sepi dari budaya intelektual?
Tak ada budaya diskusi…
tak ada budaya literasi…
Rasanya nafas mahasiswa tercium amis tanpa budaya intelektual!
Ini hanya tentang pembelajaran!
Bukankah dulu kita berharap akan ada perbaikan, peningkatan, dan pembelajaran jika kita telah menempati kampus yang baru…???
Padahal harapan itu realistis!
Aku sendiri dulu memiliki harapan, “jika kampus baru selesai, aku berharap akan ada banyak pojok diskusi, semacam halaqah atau kelompok2 diskusi. Walau hanya 2 orang...“. Sekarang, setelah kampus ini jadi, diresmikan, megah dan indah… Mengapa harapan kita pada budaya intelektual belum juga terwujud.
Padahal tinggal melakukannya!
Berharap akan dipasang AC atau lift jika kampus baru berdiri, itu bukan harapan..! Karena memang tak perlu berharap dan mengharapkan [seperti] itu..
Kini,
Saatnya kita menempati ruang-ruang lengang dikampus dengan diskusi dan literasi...
Mengisi rongga-rongga udara kampus dengan argumentasi dan teori..